Teknik analisis dengan menggunakan
candlestick pattern sebenarnya “mengubah” candlestick menjadi semacam “indikator”.
Dengan mengenali pola-pola tertentu, Anda bisa memperkirakan ke mana harga akan
bergerak selanjutnya.
Perlu diingat bahwa pola candlestick
biasanya hanya diikuti oleh koreksi jangka pendek saja. Pola-pola tersebut
berguna bagi para trader yang ingin memanfaatkan peluang koreksi. Meskipun
demikian, tidak tertutup kemungkinan bahwa pola candlestick bisa diikuti oleh
reversal (pembalikan arah) untuk jangka waktu yang lebih panjang.
Pada chapter ini, Anda akan mempelajari
beberapa pola candlestick yang mudah-mudahan nantinya akan bisa Anda manfaatkan
dalam trading forex.
SINGLE CANDLESTICK PATTERN (POLA DASAR)
Kita mulai dari pola dasar candlestick
dulu. Pola-pola dasar yang akan kita bahas adalah marubozu, long candle, spinning tops, doji, hammer/hanging man dan inverted hammer/shooting star.
a. Marubozu
Marubozu adalah candlestick yang tidak
memiliki shadow. Kalaupun ada, shadownya sangat-sangat pendek sehingga
sepintas lalu tidak terlihat. Sebaliknya, body marubozu ini relatif panjang.
Kemunculan marubozu menandakan bahwa tekanan bearish atau bullish sangat besar
pada periode waktu tersebut.
Ada dua jenis marubozu, yaitu bullish marubozu dan bearish marubozu. Bullish marubozu adalah marubozu yang
berupa candlestick bullish panjang dan tidak memiliki shadow. Sebaliknya,
bearish marubozu adalah candlestick bearish panjang yang tidak memiliki shadow.
Sekedar mengingatkan, pada umumnya
bullish candlestick direpresentasikan dengan warna putih (kosong) sedangan
bearish candlestick direpresentasikan dengan warna hitam. Oleh karena itu bullish marubozu juga sering disebut sebagai white marubozu,
sedangkan bearish marubozu disebut sebagai black marubozu.
Tadi sudah dikatakan bahwa kemunculan
marubozu berarti menandakan bahwa tekanan bearish atau bullish yang kuat.
Dengan demikian, kemunculan bullish marubozu menjadi pertanda bahwa pada saat
itu tekanan bullish sangat kuat. Sebaliknya, kemunculan bearish marubozu
menandakan bahwa pada saat itu tekanan bearish sangat kuat. Oleh karena itu
Anda perlu berhati-hati jika pola ini muncul.
b. Long
Candle
Long candle adalah
candlestick yang relatif panjang. Patokan utamanya adalah panjang body-nya. Ada
dua jenis long candle: long bullish candle dan
tentu saja long bearish candle. Bedanya
dengan marubozu, long candle masih memiliki shadow yang terlihat dengan jelas.
c. Spinning
Tops
Spinning tops adalah
candlestick yang memiliki upper shadow dan lower shadow yang panjang namun
memiliki body yang kecil. Warna body dari spinning tops ini tidak terlalu
penting, karena kemunculan pola seperti ini mencerminkan “keragu-raguan pasar”,
apakah mau bullish atau bearish.
Body yang kecil itu menggambarkan bahwa sebenarnya kekuatan bullish dan bearish sama besarnya. Itulah yang dimaksud dengan “keragu-raguan pasar”.
Body yang kecil itu menggambarkan bahwa sebenarnya kekuatan bullish dan bearish sama besarnya. Itulah yang dimaksud dengan “keragu-raguan pasar”.
Bila spinning tops ini muncul di ujung
sebuah uptrend, maka ada kemungkinan pasar akan berbalik arah menjadi downtrend.
Begitu pula jika spinning tops ini muncul di ujung downtrend, maka ada
kemungkinan akan terjadi pembalikan arah menjadi uptrend.
Namun demikian, spinning tops
membutuhkan konfirmasi dari candlestick berikutnya agar Anda bisa memperkirakan
arah pergerakan selanjutnya.
Pada dasarnya spinning tops adalah pola
netral. Meskipun spinning tops muncul di ujung uptrend, tidak serta-merta
pembalikan arah akan terjadi. Peluang balik arah akan semakin besar jika
spinning tops yang muncul di ujung uptrend diikuti oleh candlestick bearish
yang cukup panjang. Demikian pula halnya dengan spinning tops yang muncul di
ujung downtrend, membutuhkan bullish candlestick sebagai konfirmasi.
d. Doji
Doji juga merupakan pola netral.
Dibutuhkan konfirmasi candlestick berikutnya agar Anda bisa memperkirakan arah
pasar selanjutnya. Bentuk doji ini mirip dengan spinning tops, hanya saja ia
tidak memiliki body karena harga open sama dengan harga close-nya. Atau,
body-nya sangatlah kecil sehingga sepintas sulit terlihat dan hanya terlihat
sebagai garis yang tipis.
Sama seperti spinning tops, doji juga
menggambarkan pertarungan yang seimbang antara bull dengan bear.
Long-legged doji mudah dikenali
dari shadow-nya yang panjang. Yang jelas, kedua shadow dapat dilihat dengan
jelas dan memiliki panjang yang hampir sama, atau paling tidak perbedaan
panjangnya tidak terlalu jauh.
Dragonfly doji memiliki harga
open, close dan high yang sama atau hampir sama. Bentuknya seperti huruf “T”.
Namun ada kalanya letak “body” agak sedikit ke bawah sehingga dragonfly doji
ini memiliki bentuk seperti salib. Istilah dragonfly ini diambil karena doji ini
memiliki bentuk mirip seperti capung.
Gravestone doji memiliki harga
open, close dan low yang sama atau hampir sama. Doji ini diberi nama gravestone
karena bentuknya yang mirip batu nisan. Ada kalanya juga posisi “body”
agak sedikit ke atas sehingga bentuknya menyerupai salib terbalik.
Four price doji merupakan doji
yang memiliki harga open, close, high dan low yang sama.
Kemunculan doji biasanya menunjukkan
bahwa tekanan bullish atau bearish mulai berkurang. Jadi jika doji muncul pada
saat uptrend, itu merupakan pertanda bahwa tekanan bullish menurun, sebaliknya
jika doji muncul pada saat downtrend artinya tekanan bearish mulai berkurang.
Namun sekali lagi, diperlukan konfirmasi dari candlestick berikutnya untuk
action. Ingat selalu bahwa doji adalah pola netral.
e. Hammer & Hanging
Man
Hammer dan hanging man sebenarnya adalah “saudara kembar”.
Keduanya memiliki bentuk yang sama: sama-sama memiliki body yang mungil dan
lower shadow yang panjang. Upper shadow nyaris tidak terlihat, bahkan
hammer/hanging man yang sempurna sama sekali tidak memiliki upper shadow.
Hammer/hanging man yang bagus memiliki lower shadow yang panjangnya minimal 1,5 (satu setengah) kali panjang body-nya. Beberapa referensi yang lain menyebutkan lower shadow paling tidak dua hingga tiga kali lebih panjang daripada body-nya.
Hammer/hanging man yang bagus memiliki lower shadow yang panjangnya minimal 1,5 (satu setengah) kali panjang body-nya. Beberapa referensi yang lain menyebutkan lower shadow paling tidak dua hingga tiga kali lebih panjang daripada body-nya.
Yang membedakan hammer dan hanging man
adalah lokasinya. Hammer selalu berlokasi di lembah, sementara hanging man
selalu berada di puncak.
Kemunculan hammer merupakan isyarat atau
sinyal bullish, sedangkan kemunculan hanging man merupakan sinyal bearish.
Namun munculnya hammer atau hanging man tidak lantas merupakan sinyal yang
kuat. Hammer akan menjadi sinyal bullish yang kuat jika didukung oleh
kemunculan bullish candle setelahnya. Hanging man pun akan menjadi sinyal
bearish yang lebih kuat jika didukung oleh kemunculan bearish candle
setelahnya.
Dalam prakteknya, pola candlestick
seringkali digabungkan dengan indikator dan tool analisis yang lain, seperti
stochastic atau Fibonacci retracement.
f. Inverted
Hammer & Shooting Star
Inverted hammer dan shooting star juga adalah saudara kembar. Bentuk
mereka mirip dengan hammer dan hanging man yang terbalik. Keduanya memiliki
body yang juga imut dan upper shadow yang biasanya memiliki panjang sekitar 1,5
(satu setengah) hingga tiga kali panjang body-nya. Lower shadow nyaris tidak
terlihat, bahkan bentuk yang sempurna tidak memiliki lower shadow sama sekali.
Info di atas sebenarnya bisa menambah beberapa juta rupiah di daftar asset Anda. Belum tau caranya? Yup.. Salah satunya lewat trading forex.. belajar di sini aja, 100% gratis.Udah ahli tapi tidak berani trading besar-besaran karena pakai broker luar negri? Kalau broker lokal, komisi nya besar banget? Coba dulu di demo account dengan KOMISI TERMURAH! Coba rekomendasi demo accountnya disini ya:
0 komentar:
Posting Komentar